Minggu, 17 September 2017

Menyelami Ide Para Perupa di Trienal Seni Patung Indonesia #3 "SKALA"


Hallo sobat muda, pada kemana niy akhir pekan kali ini? Buat kamu yang belum punya acara atau masih bingung mau kemana, ada baiknya kamu datang ke acara Trienal Seni Patung Indonesia #3 "Skala". Wah acara apa tuh? Pameran patung? Dimana? Sampai kapan? Buat yang pengen tahu, niy aku kasih bocorannya. Dijamin pasti ingin datang! 😊


Trienal Seni Patung Indonesia #3 "Skala" adalah program pameran yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya saat ini oleh Galeri Nasional Indonesia sejak perhelatan pertamanya di tahun 2011. Pameran ini dimulai dan terbuka untuk umum sejak tanggal 06 September s.d 26 September 2017, mulai pukul 10.00 - 19.00 WIB, bertempat di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur No.14 Jakarta Pusat.  

Pameran ini diadakan sebagai wujud peran dan eksistensi dari Galeri Nasional Indonesia yang berada dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam memajukan seni rupa Indonesia di dalam negeri maupun di kancah internasional. Pada perhelatan kali ini,  Trienal Seni Patung Indonesia #3 diikuti oleh 46 perupa yang diundang secara khusus.  Para perupa tersebut diantaranya adalah  Nyoman Nuarta, Eko Nugroho,  Joko D. Avianto, Rita Widagdo, Sunaryo,  Ichwan Noor, Handiwirman Saputra, Eddi Prabandono,  dan perupa lain yang masing-masing menampilkan karya terbaiknya.


Pemilihan tema "SKALA" pada perhelatan ketiganya kali ini tak lepas dari keberlanjutam atas tema dua pameran sebelumnya. Dimana, pada perhelatan pertama mengambil tema "ekspansi", dan pada pameran kedua mengambil tema "versi". Pada pameran pertama, "ekspansi", bertujuan untuk menggagas ekspresi dalam tradisi seni patung Indonesia sebagai gagasan kuratorial. Sedangkan pada pameran kedua, "versi", menghadirkan gagasan 're-skilling' atau penguatan kembali aspek keterampilan seni patung. Bertumpu pada kedua landasan tema sebelumnya ini, "SKALA" hadir untuk mewujudkan atau menampilkan seni patung dalam cara pandang khas baik yang biasa dilakukan dalam tradisi kerja seni patung atau bisa juga bermakna lebih luas dalam konteks strategis atau politis. 

Bagaimana sobat muda, sudah cukup jelas kan informasinya. Sekarang saya akan share 10 patung seni yang sempat saya abadikan.


1. "Patung Demokrasi". Karya dari Eko Nugroho, terbuat dari serat fiberglass dengan waterbased polyrethane, iron, hardboard. Ukuran patung bervariasi dan dibuat tahun 2017. 



2. "Interwoven Energy". Karya dari Rita Widagdo, terbuat dari stainless steel, alumunium, las dan sekrup. Ukuran 200x75x120 cm, dibuat tahun 2017. 




3. "Putiarso". Karya Nyoman Nuarta, terbuat dari tembaga dan kuningan. Ukuran 180x120x195 cm, dibuat tahun 2015.




4. "Love". Karya Teguh S. Priyono, terbuat dari alumunium cor, dengan ukuran bervariasi dan dibuat pada tahun 2016. 




5. "Main Engrang". Karya Arian Kamil, terbuat dari fiber glass dengan ukuran 165x40x30 cm, tahun pembuatan 2015. 




6. "The Code of Power". Karya I Made Santika Putra, terbuat dari ban dalam, metal, dan fiber glass. Ukuran 200x80x170 cm, tahun pembuatan 2016.

7. "New Discobolus #Cyber Athlete". Karya dari Amrizal Salayan, terbuat dari resin/modelling, moulding casting dan carving. Ukuran 115x70x190 cm, tahun pembuatan 2017. 

8. "Meat Me Heaven". Karya Agung Santosa, terbuat dari beragam campuran media dengan ukuran 150x10x40 cm, dan tahun pembuatan 2017. 


9. "Water". Karya Wayan Upadana, terbuat dari resin dan LED Tv dengan ukuran bervariasi dan tahun pembuatan 2016. 



10. "Menatap Masa Depan". Karya Syahrizal Koto, terbuat dari fiberglass / teknik cetak, Model untuk perunggu / teknik cor. Ukuran 150x150x165 cm, dan tahun pembuatan 2014.



Menakjubkan bukan sobat muda? Sebenarnya masih banyak lagi karya yang dipamerkan disini dan sayangnya tidak bisa saya tunjukan semuanya. Kalau sobat muda penasaran, bisa langsung datang kesini. Masih ada kesempatan beberapa hari lagi loh. 

Akhir tulisan, sebuah pengalaman berharga buat saya bisa melihat langsung hasil karya para pematung hebat Indonesia ini. Dan keberadaan atau keberlanjutan dari pameran seni ini sangat saya harapkan, dimana kehadiran saya kesini setidaknya mampu menjadi wujud nyata dalam mengapresiasi karya anak bangsa. ***

2 komentar:

  1. Karya seni seperti ini memang patut diacungi jempol ya mas. Bangga banget dengan hasil karya seni dari Indonesia...

    BalasHapus
  2. diantara perupa aku cuman tahu Nyoman Nuarta dan memang paling aku suka diantara karya yang disajikan kang deni disini adalah karyanya Nyoman Nuarta :)

    BalasHapus