Rabu, 18 Oktober 2017

Film My Generation : Potret Apik Generasi Milenials


Masa remaja adalah masa yang penting dalam fase kehidupan manusia. Masa ini ditandai dengan perubahan baik dari segi fisik, psikis ataupun pematangan fungsi seksual pada remaja. Di fase ini pula setiap anak / remaja berada dalam proses mencari dan menemukan identitas serta jati dirinya yang sebenarnya. Fase ini amatlah krusial, karena beragam pertanyaan dipastikan hadir dan bergejolak di dalam hati mereka. Mulai dari tentang siapa mereka? Mau menjadi apa dan seperti siapa? Tak jarang diproses ini banyak remaja yang justru tersesat dan jatuh dalam pusaran krisis kepercayaan diri pun juga dalam polemik lainnya akibat ketidakadilan gender pun juga dalam hal strata sosial.
  
Peran dan dukungan orang tua pastinya sangat diperlukan di masa ini. Karena bisa dipastikan setiap anak mengalami perubahan yang berbeda yang tentunya tidak bisa disamakan satu sama lain. Pun juga apa yang dialami oleh anak zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan apa yang tiap orang tua alami sebelumnya. Bahwa bagaimana cara orang tua sebelumnya dibesarkan belum tentu cara itu akan efektif untuk anak mereka. Hal inilah yang kadang luput untuk disadari. Banyak remaja yang mengalami stress atau tekanan yang justru berasal dari dalam keluarganya sendiri.
   
Sekelumit problematika dengan memakai sudut pandang remaja inilah yang coba diangkat oleh IFI SInema bekerjasama dengan sutradara Upi dalam film terbaru garapannya bertajuk “My Generation” yang poster dan trailer resminya baru saja diluncurkan.
Film ini sendiri nantinya akan ditayangkan serentak mulai tanggal 9 November 2017. Dalam proses pembuatannya, Upi harus melakukan riset sosial media listening selama 2 tahun dengan proses produksinya sendiri berlangsung selama 1 tahun. Hal ini dikarenakan Upi ingin memberikan gambaran atau realita yang benar-benar dekat dan mewakili generasi milenial saat ini lewat film garapannya tersebut
.  
Berdasarkan trailer yang saya lihat, film ini memperkenalkan 4 pemain fresh yaitu, Bryan Langelo, Arya Vasco, Alexandra Kosasie, dan Lutesha yang mana karakternya disesuaikan dengan karakter remaja milenial saat ini. disamping  ke-empat pemain baru tersebut, film ini juga tetap didukung oleh pemain senior berbakat tanah air seperti Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Surya Saputra. Film “My Generation” bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Mereka dipertemukan pada kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka. Pertemuan yang berawal dari kegagalan mereka menikmati masa liburan akibat hukuman atas viralnya video mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua.




Zeke (Bryan Angelo), adalah pemuda rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya ini ternyata memendam masalah yang sangat besar dan menyimpan luka yang dalam di hatinya. Zeke merasa keberadaannya sebagai anak tidak diinginkan dan kedua orang tuanya tidak mencintainya sebagai akibat dari kecelakaan yang menimpa adiknya. Zeke harus berani mengkonfrontasi orangtuanya dan membuka pintu komunikasi sebagai satu-satunya cara untuk menyembuhkan luka dihatinya.




Konji (Arya Vasco), seorang pemuda polos dan naïf yang mengalami dilema atas masa pubertasnya. Ia merasa sangat tertekan atas aturan yang diterapkan oleh kedua orang tuanya yang begitu kolot dan over protective. Kepercayaan terhadap orangtuanya diuji saat ia mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya shock dan justru mempertanyakan kembali moralitas kedua orangtuanya yang dirasa begitu kontradiktif dengan semua peraturan yang mereka terapkan terhadapnya.






Suki (Lutesha), sosok remaja perempuan paling cool diantara semuanya. Seperti remaja pada umumnya, Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang selalu berusaha ia sembunyikan. Sayangnya, krisis yang ia alami justru semakin membesar karena pikiran negative atas kedua orangtuanya.






Orly (Alexandra Kosasie), sosok remaja yang kritis, pintar dan memiliki prinsip dan berusaha mendobrak hal-hal negative yang “melabeli” kaum perempuan, dimana salah satunya masalah keperawanan. Diluar usahanya memberontak akan kesetaraan gender, ia juga mengalami konflik internal dengan ibunya yang seorang single parent yang mana sedang menjalin hubungan dengan pria yang jauh lebih muda yang pastinya tidak sesuai menurut Orly.




Sungguh sebuah hal yang unik, fresh dan kekinian menurut saya dengan akan hadirnya film “My Generation” ini. Belum lagi tangan dingin Upi yang memang sudah dikenal sebagai sutradara handal. Dipastikan dengan hadirnya dan melihat film ini nanti, akan ada banyak hal yang bisa saya bisa pelajari sebagai bahan untuk menjadi orang tua nantinya. So, kita tunggu saja jadwal tayang perdananya tanggal 9 November nanti  yah J

4 komentar:

  1. Film yang menyegarkan dengan pemain baru. Tetapi akan membawa kita ke masa remaja karena film ini mengisahkan kehidupan anak-anak remaja. Siap-siap nostalgia deh

    BalasHapus
  2. Filmnya bagus, belajar tentang menerima dan komunikasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak bener.. Udah nonton kan pastinya..

      Hapus