Sabtu, 22 Desember 2018

Catatan Kecil Si Pencari Asa Untuk Pemilu 2019


           
copyright: The PR Sound Post
Tahun baru sudah didepan mata. Hanya tinggal menghitung hari. Akan tetapi penghujung tahun ini dirasa sedikit berbeda. Tidak seperti penghujung tahun sebelumnya yang biasanya diisi dengan doa dan harapan pribadi, kali ini terselip sebuah harapan khusus. Kira-kira apa harapan khusus saya untuk menyambut tahun depan nanti? Ada yang bisa menebak?


            Tahun 2019 yang akan datang, akan menjadi tahun spesial tidak hanya untuk saya, tapi bagi seluruh warga negara Indonesia dimanapun berada. Ada apa gerangan? Ya, di tahun depan nanti kita akan menyelenggarakan pesta rakyat ter-akbar lima tahunan alias pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Hampir di semua sosial media, diskusi “hangat” mengenai pilpres sudah mulai nampak. Bahkan tak jarang saya harus memilih menon-aktifkan atau menyembunyikan unggahan-unggahan yang saya nilai sudah terlalu menjurus, baik dari segi konten yang berupa opini ataupun ‘fakta’.

            Apakah artinya saya tergolong apatis? Tidak. Atau apakah saya termasuk yang anti politik? Tentu tidak juga. Hanya saja, saya bukan tipe orang yang gemar beropini di media sosial terkait kejadian yang sedang ramai dibicarakan di dunia politik. Ranah politik bukanlah area utama yang bisa saya share dengan teman-teman di media sosial. Terlebih, belajar dari pengalaman sebelumnya, ada begitu banyak unggahan berbau politik muncul di timeline media sosial yang setelah diselidiki tidak jelas fakta dan kebenarannya. Bagi saya, sebagai seorang warna negara yang baik dan netijen budiman, selalu pastikan rumus 5w+1h kita gunakan untuk memastikan bahwa informasi yang kita bagi adalah relevan dan bisa dipertanggungjawabkan.


copyright: yourstory.com
            Pemilihan calon presiden dan wakil presiden memang akan selalu menjadi topik menarik di belahan negara dunia manapun. Yang mana semua pihak yang berkepentingan akan saling berlomba demi mendukung dan memenangkan calon yang mereka usung. Mulai dari penggunaaan iklan / promosi lewat media elektronik, cetak, atau digital. Pun juga terjun langsung ke lapangan lewat kampanye terbuka. Semua berlomba memberikan citra terbaik demi mendapatkan simpati dan suara. Lalu pertanyaannya, bagaimana cara kita mengetahui bahwa kita mendukung pasangan calon yang tepat?

            Mengacu dari berbagai sumber baik referensi tertulis ataupun diskusi, setidaknya ada beberapa hal yang harus kita lihat dan pastikan dari calon pasangan yang akan dipilih nanti. Pertama adalah bersikap profesional. Pemimpin yang baik akan membekali dirinya dengan pemahaman dan ilmu yang memadai terkait ketatanegaraan ataupun tatanan hukum dan kemasyarakatan. Ini mutlak diperlukan sebagai pondasi untuk menjalankan strategi demi kesejahteraan seluruh rakyat.


copyright: teamworkandleadership.com
            Kedua, pemimpin yang baik adalah yang bersikap amanah alias bisa dipercaya. Pemimpin yang amanah akan selalu mendahulukan kepentingan rakyat diatas segalanya. Ia tidak akan mudah tergoda oleh bujuk rayu yang menyangkut penyelewengan kekuasaan. Ciri berikutnya yang perlu kita pertimbangkan dalam mencari pemimpin yang sesuai adalah pilihlah pemimpin yang berlaku jujur. Seperti kata pepatah, dalam kejujuran akan ada kebenaran, dan dalam kebenaran akan selalu ada kebaikan.

            Tak mudah memang mencari dan menemukan sosok pemimpin ideal seperti kriteria diatas. Karenanya di penghujung tahun ini, pribadi berharap agar Tuhan berkenan membukakan mata hati kita semua agar bisa menilai dan memilih pasangan yang tepat. Dan semoga siapapun pasangan calon yang terpilih nanti, bisa benar-benar amanah, jujur dan profesional didalam  menjalankan roda pemerintahan agar kesejahteraan yang adil dan merata bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar