Selasa, 18 Desember 2018

Chrisye : Lilin Kecil Yang Tak Pernah Padam


engkau lilin lilin kecil, sanggupkah kau berpijar…”


source: pantau.com
Sepenggal lirik yang sangat manis ini selalu terngiang ditelinga saya sejak kali pertama mendengar lagu ini diputar di salah satu radio lokal di tempat saya tinggal. Lilin lilin kecil, adalah judul lagu ini. Dibawakan dengan sangat apik dan suara yang begitu khas oleh alm. Chrisye, salah satu legenda musik tanah air. Mungkin bila kita bertanya kepada generasi milenial saat ini tentang siapa Beliau ataupun judul lagu-lagu yang pernah dibawakan, saya rasa banyak yang akan menjawab tidak tahu.



source: wanita.me
Chrisye, lahir di Jakarta pada tanggal 16 September 1949 silam ini, merupakan putra kedua dari pasangan Laurens Rahadi – Hanna Rahadi. Mengawali karir bermusiknya secara tidak sengaja
sebagai pemain bass pengganti kala menyaksikan latihan band Sabda Nada (yang dikemudian hari berganti nama menjadi Gipsy) diakhir tahun 1960-an. Chrisye muda memilih mendalami musik dengan mengikuti dan manggung bersama band tersebut hingga ke New York pada tahun 1973. Dan di tahun 1976, bersama band Gipsy, bekerjasama dengan Guruh Soekarnoputra untuk merekam album indie bertajuk Guruh Gipsy. Album ini menelurkan lagu hits berjudul “Chopin Larung”, yang mana pada saat itu Chrisye berperan penuh sebagai pemain bass, dan hanya menyanyi sesekali.

Karir profesionalnya dimulai saat sukses membawakan lagu “Lilin-Lilin Kecil” karya James F. Sundah dan lagu “Badai Pasti Berlalu” ditahun 1976. Kesuksesan kedua karya ini membuat Chrisye direkrut oleh Musica Studios, yang mana menelurkan album perdananya bertajuk “Sabda Alam” pada Mei 1978. Setahun berikutnya, Chrisye merekam album “Percik Pesona” yang rupanya gagal dipasaran dan membuatnya berfikir ulang mengenai jenis musik yang cocok dengan karakter suaranya.

source: Smule.com
Vokal yang halus dan gaya panggung yang dibilang kaku, memantapkan Chrisye untuk lebih memilih membawakan lagu-lagu pop yang romantis dan “easy listening”. Dibuktikan dengan dirilisnya album bertajuk “Puspa Indah”, dengan lagu hits “Galih dan Ratna” & “Gita Cinta”, yang terpilih untuk digunakan di film “Gita Cinta dari SMA” pada tahun 1979.  Album bertajuk “Resesi” yang mencampurkan “art rock” dengan pop romantis, atau album bertajuk “Metropolitan” yang sarat akan isu pemuda saat itu pun, laris manis dipasaran. Begitu juga album “Sendiri”, hasil karya bersama Addie MS yang memilih memainkan melodi dengan beragam alat musik seperti harpa, obo, dan beberapa alat musik dawai, juga laris dan bahkan berhasil mengantarkan Chrisye mendapatkan penghargaan BASF Award.

Sukses membawakan lagu-lagu pop romantis, Chrisye mencoba membawakan lagu bernada riang dengan melodi ceria. Lagu “Aku Cinta Dia” & “Hip Hip Hura”, sukses diluncurkan dan terjual ratusan ribu keping saat itu. Begitu juga dengan album berikutnya, seperti “Pergilah Kasih” dan “Sendiri Lagi’, keduanya cukup laris di pasaran dan bahkan video klipnya sendiri beredar di MTV Asia Tenggara saat itu.

Source: wap.mi.baca.co.id
Secara konsisten, Chrisye memperlihatkan kecintaan dirinya akan bermusik yang tak pernah surut. Beragam aliran / bidang musik baru tak segan ia coba dengan tidak mengubah sedikitpun karakter vokal yang ia miliki. Sepanjang karir bermusiknya, kurang lebih 20 album yang telah dihasilkan, yang mana lima diantaranya dinobatkan oleh majalah musik Rolling Stone Indonesia dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik.  Bahkan di tahun 2011, Chrisye dinobatkan sebagai musisi Indonesia terbaik nomor tiga sepanjang masa versi majalah tersebut. Sebuah pencapaian yang begitu luar biasa dari seorang legenda musik Indonesia. Semoga karya-karyanya tetap hidup dan terus mampu menginspirasi generasi muda.

Source:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar